Minggu, 05 Februari 2012

Kebiasaan Berbagi Melatih Kecerdasan Emosi Anak

       Ajarkan anak untuk menyisihkan uangnya, kemudian berbagi kepada orang lain yang tidak mampu. Tak butuh rumus yang rumit untuk mencetak anak cerdas secara emosi. Melatih anak untuk membangun kebiasaan berbagi atau menolong orang lain yang membutuhkan bisa membantunya mengembangkan empati dan kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi inilah yang menjadi penyumbang terbesar untuk mencetak anak yang sukses, bahagia, termasuk membentuk karakter kepemimpinan dalam dirinya.
       Psikolog Rustika Thamrin, SPsi, CHt, MTLT, menjelaskan, kecerdasan emosi memberikan kontribusi 80 persen atas kesuksesan dan kebahagiaan seseorang dalam hidupnya.
“Saat anak mengembangkan empati, dengan membangun kebiasaan berbagi, ia sedang mengembangkan kecerdasan emosinya,”

Manfaat berbagi
       Kecerdasan emosi yang dikembangkan dalam diri anak, dengan melatih kepekaan dari kebiasaan berbagi, memberi manfaat positif dalam tumbuh kembang anak. Anak yang terbiasa berbagi dan peduli kepada orang lain memiliki kemampuan komunikasi yang lebih bagus, baik verbal maupun nonverbal. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kepemimpinan yang jauh lebih baik lagi.
Ketika anak memberi, ia sedang belajar berempati, melatih kepekaan sosial. “Saat memberi ia menempatkan dirinya pada posisi orang yang dibantu. Jika karakter seperti ini sudah menjadi kebiasaan, anak akan tumbuh dengan kecerdasan emosi yang lebih matang.
       Kepedulian dan kepekaan anak seperti ini bisa dilatih melalui berbagai kebiasaan kecil di keluarga. Ibu, terutamanya, memegang peran penting dalam membangun kebiasaan dan karakter ini. Selain itu, dibutuhkan juga kerja sama yang kompak antara ayah dan ibu sehingga anak bisa mendapatkan teladan yang baik. Bagaimanapun anak membutuhkan role model untuk menumbuhkan kepedulian dalam dirinya.

KOMPAS.com

Tidak ada komentar: